Beberapa macam makhluk hidup dapat terbang dalam sebagian besar aktivitasnya. Masing-masing makhluk hidup yang dapat terbang itu mempuny...

Beberapa macam makhluk hidup dapat terbang dalam sebagian besar aktivitasnya. Masing-masing makhluk hidup yang dapat terbang itu mempunyai tujuan tertentu dengan terbangnya, ada yang mencari mangsa dan berpindah tempat. Cara terbangnya pun bermacam-macam. Burung dapat terbang dengan sedikit mengepakkan sayap lalu melayang di udara, sedangkan serangga-serangga terbang mengangkat dirinya ke udara dengan mengepakkan sayapnya terus menerus, seperti kupu-kupu, nyamuk, lalat, serta capung. 



Capung, dalam bahasa Sunda "Papatong", mempunyai cara terbang yang unik, berbeda dengan kebanyakan serangga terbang lain. Cara terbang capung dapat disebut keajaiban desain yang dapat mengalahkan teknologi manusia yang sudah ada. Di udara, serangga kecil ini dapat terbang sampai 50km/jam, dapat bermanuver sangat cepat, dan dapat terbang diam di tempat juga, bahkan dapat terbang mundur dan ke samping. Capung mempunyai 2 pasang mata mikro dengan 30000 lensa yang memenuhi sebagian besar kepalanya. Hal inilah yang mendukung mau ke mana gerakan manuver si capung. Kesigapannya ini membuat capung dapat menghindar dari ancaman dua arah, depan dan belakang. Ukurannya yang relatif kecil juga mendukung kemudahan bergerak. Bagaimana si Papatong ini dapat menjadi makhluk yang sigap?

Capung mempunyai 2 pasang sayap di punggungnya. Masing-masing sayapnya dapat bergerak secara independen. Hal inilah yang membedakan capung dengan serangga terbang lainnya. Saat sepasang sayap mengepak, sepasang sayap bawah lainnya mengepak juga dengan frekuensi yang berbeda untuk mengurangi energi yang terbuang. Masing-masing sayap juga dapat bergerak sendiri untuk menjaga posisinya di udara. Kecepatan gerak sayap diatur oleh otot-otot terbang capung secara otomatis. Otot-otot ini bergerak berdasarkan informasi yang melalui saraf pada akar rambut yang terangsang oleh posisi capung selama penerbangan. Dalam manuver yang paling sulit sekalipun, si papatong sigap tidak pernah kehilangan arah atau kendali.

Kesigapan terbang capung inilah yang sedang dikembangkan untuk mengerjakan tugas-tugas khusus yang sulit dilakukan oleh cara terbang lain. Gerakan terbang yang unik dan sigap sangat mendukung untuk pengintaian, dapat men
]ghindar dengan cepat, bergerak ke sana kemari. Ukuran yang kecil dapat dimanfaatkan untuk mencapai daerah yang sulit dijangkau oleh manusia, misalnya lubang kecil, area zat berbahaya, dll. Selain itu, bentuk kecil cocok digunakan untuk pengintaian dan hal militer lainnya. 

sumber:
id.harunyahya.com
Design and Experiments of a Dragonfly-Inspired Robot  (Christopher DiLeo and Xinyan Deng)

Coming Soon...

Satu bulan lebih saya berkutat dengan salah satu proyek transportasi di masa kerja praktik saya. Di masa kerja praktik kemarin,setiap hari...


Satu bulan lebih saya berkutat dengan salah satu proyek transportasi di masa kerja praktik saya. Di masa kerja praktik kemarin,setiap hari saya menempuh perjalanan kurang lebih 10 km kali dua, pulang pergi kosan-kantor. Beberapa kendaraan sudah saya coba, mulai dari sepeda, motor, mobil, angkot, bus damri, tapi perahu dan pesawat belum. Selama perjalanan di tiap harinya dan sampai sekarang pun secara tidak sengaja saya merasakan apa yang terjadi di jalanan dengan beberapa kendaraan berbeda. Hasilnya hampir sama semua, ingin menang sendiri.

Pertama, sepeda. Sudah bertahun-tahun saya berteman dengan kendaraan terbaik dan tersehat ini. Kota Bandung dalam hal kemacetan lebih unggul dari Kota Malang. Saya memang masih sempat meliuk-liuk diantara antrean mobil macet. Ini salah satu keegoisan saya dalam berkendara. Akan tetapi pada suatu kemacetan tidak jarang juga saya ikut menunggu di dalam kemacetan itu. Di situasi lain, para pengendara sepeda juga punya sisi egois. Mentang-mentang tidak diberlakukan hukum khusus, biasanya banyak pesepeda yang menerobos lampu merah atau menggunakan trotoar. Saya pernah melakukannya, tapi itu sudah lama, jaman masih SMP dulu. Sekarang sudah tobat.

Kedua, angkot. Angkot adalah musuh sepeda di jalanan. Angkot. Pak sopir ingin mencari uang dari penumpang dengan cepat. Kadang ngebut di lajur kanan tapi calon penumpangnya di kiri jalan. Angkot pun menikung ke lajur kiri secara tiba-tiba. Para pesepeda yang berada di kiri jalan kadang harus mengerem mandadak, bahkan motor pun juga bisa terganggu. Tapi kalau kita di dalam angkot sebagai penumpang mungkin lebih sering tidak peduli dengan apa yang ada di luar angkot. Hal ini hampir sama dengan bus damri yang ukurannya lebih besar dari angkot.

Mobil pribadi. Pengguna mobil kadang juga menggunakan jalan seakan jalan neneknya sendiri. Lajur kiri yang biasanya untuk motor disikat saja oleh pengendara mobil. Badan jalan penuh tak ada celah untuk motor yang akan menyalip. Di Bandung, terdapat zona motor di perempatan lampu merah yang kadang hampir kosong karena memang motornya terjebak di belakang mobil-mobil yang memenuhi jalan. Tapi pengendara mobil sepertinya lebih banyak mengalahnya sih.

Motor lebih parah. Dengan body yang ramping dan kecepatan yang relatif bisa tinggi, motor mudah meliuk-liuk di jalanan mendahului mobil-mobil. Trotoar pun bisa jadi opsi pengganti jalan jika macet tak tertahankan. Para pejalan kaki dan pesepeda bisa jadi korbannya. Mobil pun tidak jarang dikambinghitamkan padahal motor yang salah. Apalagi di negara berkembang yang kita cintai ini sebagian besar pengguna jalan adalah sepeda motor. Motor kredit maupun yang sudah lunas.

Sebagai manusia, kita memang ingin menang sendiri. Tapi mbok ya ngalah sedikit lah sama yang lain.

Masalah ini perlu dikaji lagi ya. haha

Hai teman. Aku temanmu kan? iya, terima kasih. Teman-teman, terima kasih karena sudah berbagi rejeki kepada saya. Pertama, salah satu...



Hai teman. Aku temanmu kan? iya, terima kasih.
Teman-teman, terima kasih karena sudah berbagi rejeki kepada saya. Pertama, salah satu teman saya membelikan saya sekotak pizza. Padahal saya hanya pernah bercanda minta pizza. Eh ternyata beneran. Saya yang sudah lama tidak melahap pizza langsung menghabiskannya malam itu juga. Sengaja saya rahasiakan identitasnya karena kalau saya beri tahu nanti kamu-kamu minta juga.
Kedua, ada seorang teman yang memberi saya pizza juga. Patut disyukuri walaupun ukurannya lebih kecil dari yang pertama. Teman yang ini menitipkan tanamannya kepada saya pas masa kerja praktek karena dia harus kp di luar jawa. Tanamannya harus disiram setiap hari. Sebelumnya saya juga diberinya 6 botol YouC1000. Padahal tanamannya saya kembalikan dengan kondisi hampir mati, atau mungkin sudah mati saya tak tahu. Tanamannya sempat saya tinggal pulang kampung dan beberapa hari lupa disiram. Tapi dia tetap memberi saya imbalan pizza. Katanya saya pernah bercanda minta pizza, tapi saya lupa kapan. Mungkin saya terlalu banyak bercanda minta pizza ke semua orang. Saya juga tidak mempublikasikan identitasnya. Dia tidak punya cukup banyak tanaman untuk dititipkan ke kamu-kamu lalu memberi pizza.
Ketiga, teman saya super-super. Ada beberapa orang yang kerja praktek di Jepang. Satu orang memberi saya oleh-oleh kaos asli Jepang. Satu lainnya memberi sebuah Pokeball, salah satu benda yang ingin saya punya. Asli dari Pokemon Center Jepang, padahal saya tidak minta. Saya juga menyembunyikan identitasnya, kasihan harus kembali ke Jepang lagi kalo kamu minta juga.
Masih banyak teman-teman lain yang pernah membelikan saya sesuatu, termasuk makanan, entah itu traktiran atau sekedar titip beli nasi lalapan. Terimakasih. 

That's what friends are for


aku bukan dia kamu juga tidak sama dengan dia kami tidak seperti kalian tapi dia adalah mereka kamu belum tentu kalian mereka sulit u...



aku bukan dia
kamu juga tidak sama dengan dia
kami tidak seperti kalian
tapi dia adalah mereka
kamu belum tentu kalian
mereka sulit untuk mengerti kamu
tapi aku bisa
apakah kamu mau mengerti aku
lalu menjadi kita?


General Electric (GE) mengadakan pameran teknologinya sejak Selasa 18 Agustus s.d. Minggu 23 Agustus. Saya berkesempatan datang ke pamer...


General Electric (GE) mengadakan pameran teknologinya sejak Selasa 18 Agustus s.d. Minggu 23 Agustus. Saya berkesempatan datang ke pamerannya hari Rabu 19 Agustus. Rombongan dari ITB sebagian besar adalah mahasiswa rumpun Elektroteknik yang masih dalam satu himpunan, HME ITB. Selain karena pamerannya bidang elektro, mungkin juga karena GE Ambassadornya adalah salah satu teman kami.

Pameran diadakan di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta. Pada pameran itu, GE menghadirkan 3D printer Makerbot. 3D printer memcetak bentuk tiga dimensi dari bawah ke atas. Beberapa hasil 3D printer yang dipamerkan adalah patung kecil, miniatur bangunan, tangan, koin, gajah, dan lain-lain. Untuk membuat bentuk yang rumit, biasanya dicetak per bagian dari bentuk yang diinginkan lalu disatukan. Contohnya adalah tangan buatan yang mempunyai banyak jari, lalu dihubungkan pada setiap sendinya. Bahannya bermacam-macam, biasanya yang sering dipakai adalah plastik PLA (dari serbuk jagung), tapi ada juga yang menggunakan serbuk kayu. 3D printer yang dipamerkan di sana semua adalah 3D printer desktop, 3D printer untuk skala kecil. Ada 3D printer untuk skala industri yang lebih canggih, lebih presisi, dan lebih mahal. Jika 3D printer desktop harganya berkisar antara belasan sampai 20 jutaan, 3D printer industri bisa mencapai 40 jutaan. Uniknya, terdapat 3D printer education edition yang beberapa bagiannya merupakan hasil cetakan 3D dari 3D printer lainnya. Jika kita ingin mencetak bentuk 3D, kita cukup medesain model 3D dengan software umum, seperti Autodesk atau lainnya. Akan tetapi setelah itu harus dibuka pada software khusus untuk 3D printer Makerbot untuk dapat dikirimkan ke 3D printernya. Lalu proses printing baru bisa dilakukan.



3D Printer education edition
 
3D Printer Makerbot, logonya mirip Masterchef
3D printer yang ngeprintnya dari SD Card


Filamen plastik PLA bahan 3D printing

Tangan hasil 3D Printing



















Sekitar pukul 13, saya yang sebelumnya tidak mendaftar ikut Workshop ternyata diajak Cahyo si Ambassador untuk ikut. Workshopnya ada 2, bagian A yaitu Workshop Littlebits dan bagian B yaitu CNC Machine. Saya kebagian ikut Workshop CNC Machine bersama Cahyo dan Mario Pred. Appa itu CNC Machine? CNC Machine (Computer Numerical Control) adalah "alat yang  bisa membuat alat". Hampir sama dengan 3D printer, mesin ini adalah mesin pemotong yang bisa membentuk suatu benda sesuai desain yang dibuat di komputer. Tapi cuma 2,5D, atau cuma gambar timbul saja, tidak sampai 3D. Pemotongnya menggunakan bor listrik, gerakannya 3 arah seperti 3D printer, sumbu X, Y, dan Z, tapi sumbu Znya tidak terlalu tinggi. Melihat prinsip gerak 2 alat ini saya jadi ingat proyek sismik saya, Mini Candy Crane Machine. Haha. Lebih kompleks dari mesin saya di proyek sismik, CNC machine menggunakan motor stepper, gir, rel, pulley, dan belt yang dirangkai sedemikian rupa sehingga bisa bergerak sigap. Bagi yang pernah membuat alat dengan gerakan X,Y,Z sederhana akan merasakan alangkah indahnya alat ini.

Oiya, CNC machine yang dibuat oleh Mr.Ben ini menggunakan Arduino Mega sebagai otaknya disertai Gcode shield. Om Ben ini adalah mentor pada Workshop ini, berasal dari California, USA, tapi sudah 4 tahun di Indonesia. Eh, apa itu Gcode? Gcode inilah bahasa yang dimengerti CNC machine untuk bergerak ke mana. Desain (harus gambar vector) dikonversi menjadi Gcode dahulu kemudian mesin baru bisa bergerak memotong kesana kemari. Sebenarnya bahan yang dipotong untuk menjadi gambar bisa bermacam-macam, triplek, logam, plastik, dll. Tetapi alat yang saat ini ada cocoknya hanya untuk triplek saja. Kalau ingin menggunakan logam harus memakai bor dengan rpm lebih dan ditambah pendingin untuk menghindari overheating akibat gesekannya. Katanya begitu.

CNC Machine

Sumbu X CNC Machine

Arduino Mega dengan GCode Shield

Mario Pred berkesempatan untuk mendesain gambar yang akan dipotong karena membawa laptop. Desain gambar dapat dilakukan di web easel.inventables.com atau di makercam.com yang mana itu opensource semua. Mario menggunakan easel. Selesai membuat desain sangat sederhana, Mario meminta desainnya dijadikan percobaan. Desain yang sudah dikonvert menjadi file Gcode tersebut dibuka lagi dengan software khusus, lupa namanya. Software itu digunakan untuk kalibrasi titik nol, memonitor gerakan mata bor, dan melihat gerakan bornya sedang memotong bagian gambar yang mana. Singkat cerita, ada sedikit masalah pada alat karena ada kabel yang terputus, dan mungkin Gcodenya Mario agak bermasalah, desain punya dia hanya diproses sedikit oleh si CNC machine, lalu gagal dilanjutkan. Kami ditunjukkan beberapa hasil yang sudah jadi sebelumnya, ada tulisan, bentuk Mickey Mouse, dan foto Mr. Ben dan anaknya.


Studi banding ke Workshop bagian A yang berisi banyak teman-teman HME, saya merasakan suatu kejanggalan. Bukan cuma saya, yang ikut Workshop pun juga. Workshop A, Littlebits, mungkin targetnya adalah anak-anak, tapi ini dikerjakan oleh mahasiswa ITB. haha. Littlebits adalah modul elektronik kecil-kecilan yang dengan kreativitas dapat dibentuk suatu alat sederhana. Terdapat modul motor dc kecil, led, switch, dll. Pada WOrkshop A ini, modul littlebits dipasang pada mainan lego sehingga membentuk mainan. Cukup seru sih karena masa kecil dulu tidak ada mainan seperti ini. Beberapa mainan dibuat oleh mahasiswa-mahasiswa ITB dengan kreativitasnya masing-masing. Berbeda dengan Workshop B yang Internasional, mentor di Workshop A hanya mbak-mbak Indonesia. Tapi tak apa lah, itung-itung refreshing sebelum mulai mengerjakan TA.

Suasana merangkai Lego dan Littlebits

Bagian yang menarik dalam pameran ini adalah mesin dengan gerakan X-Y-Z, 3D printer dan CNC machine. Mbois lah pokoke. Melihatnya langsung telah membuka pikiran saya untuk nanti jika ingin membuat alat dengan gerakan X-Y-Z lagi. Mungkin bisa untuk menyempurnakan Mini Candy-Crane yang kemarin, kalau sempat. Akan tetapi pameran ini masih di bawah ekspektasi saya. Saya kira bakal banyak teknologi-teknologi dari GE yang akan dipamerkan, ternyata hanya 3D printer dan CNC machine yang merupakan produk lain, GE hanya sebagai inkubatornya katanya. Saya cuma melihat satu hari sih, tidak tahu hari lainnya bagaimana.


Sedikit bagian rel X dan Y 3D printer

Mekaniknya CNC Machine untuk gerakan X-Y-Z

Kisah ini terjadi di bulan Ramadhan kemarin. Pulang kerja praktik (KP), saya tiba-tiba ingin mencoba berbuka di Masjid Raya Bandung, yang a...

Kisah ini terjadi di bulan Ramadhan kemarin. Pulang kerja praktik (KP), saya tiba-tiba ingin mencoba berbuka di Masjid Raya Bandung, yang ada alun-alun rumput sintetis itu lho. Saya tiba di tempat masih jam 5 sore. Lalu saya menyempatkan melanjutkan membaca Al-Quran. Beberapa menit kemudian, seseorang menepuk pundak saya dan menghentikan kegiatan saya. Orang itu memperkenalkan dirinya dengan nama Angga. 

Saya baru bicara sedikit memperkenalkan diri, dia sudah ngomong lebih banyak lagi menceritakan dirinya. Saya mendengarkan dengan seksama, ternyata dia tidak seberuntung saya. Dan tebakan saya benar, dia meminta tolong saya dalam bentuk uang. Singkatnya begini. Angga berasal dari Cilegon. Angga adalah anak pertama. Dia lebih tua satu tahun dari kakak saya dan sudah bekerja. Ceritanya, ibunya sudah cerai 1 kali dan sudah menikah lagi dengan ayah baru. Katanya ada konflik lagi antara ibunya dan ayah barunya itu dan mau berpisah lagi. Pelik.

Angga pergi ke Bandung untuk mencari ayah barunya. Dia mencari karena ingin menuntut ayahnya yang memperlakukan ibunya secara tidak pantas lalu meninggalkannya. Muka Angga terlihat sangat sedih saat menceritakannya kepada saya. Dia sudah menghubungi via telepon tapi tak diangkat sekalipun. Beberapa hari mencari, usahanya sia-sia. Dia sudah ke rumah ayahnya tersebut di Lembang, tapi tidak ada hasil. Uangnya sudah habis. Tidak ada biaya lagi untuk kembali ke Banten. Oiya, dia bekerja menjadi pelayan di salah satu restoran di Banten. Dia harus kembali ke Banten segera karena sudah 3 hari tidak masuk kerja dan jika keesokan hari dia tidak masuk lagi, dia akan diberhentikan. Angga memohon bantuan kepada saya sambil menunjukkan KTPnya dan memberikan saya nomor hp ibunya, mungkin untuk meyakinkan saya. Nama di KTPnya adalah El Angga.

Saya mengajaknya buka bersama dengan jamaah lain sampai sholat maghrib. Kemudian saya mengantarnya ke halte bus dan memberikan sedikit rupiah. Kebetulan uang saya tinggal sedikit juga. Tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Entah menipu entah bagaimana, saya pun sempat berburuk sangka, semoga prasangka saya tidak benar. Semoga sudah damai-damai saja.



dingin dini hari dilawan dengan secangkir kopi bintang-bintang meggantikan lampu kota di puncak jalan menanjak pukul tiga pagi akhirnya...

dingin dini hari dilawan dengan secangkir kopi
bintang-bintang meggantikan lampu kota
di puncak jalan menanjak pukul tiga pagi
akhirnya mereka kalah ketika hari mulai punya mata
indahnya ciptaanNya mulai terlihat
gunung, tebing, pepohonan, dan perempuan

di dingin pagi hari semua terlihat berasap
makanan, minuman, bernafas, buang air kecil, juga t*i kuda
juga asap mengepul dari jip hardtop, padahal itu debu yang beterbangan
pakailah maskermu
agar upil tidak menghitam akibat debu vulkanik

jip hardtop menuju s(y)a(h)bana yang dikelilingi gunung
kiri kanan kulihat wallpaper windows xp
aku tak melihat banteng, singa, ular, maupun semut-semut merah
yang berbaris di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya sedang apa di sini menanti pacar jawabku
aku hanya melihat bayang-bayangmu, ujian kompre

awan turun menjadi kabut
mau menemani pasir yang sudah ada temannya
aku ingin mengajakmu ke sini menikmati dunia nyata ini
tidak dalam dunia chatting, pesan singkat, apalagi dunia mimpi

kuda tak bertanduk dan tak bersayap berebut dicarikan penunggang
yang ingin mengantar ke 240 anak tangga menuju kaldera
asap belerang antre keluar dari dalam bumi
aku melihatnya dari pagar pinggir kawah
aku mencari namamu yang mungkin sudah pernah bersama orang lain
di pagar yang penuh tulisan vandalisme sok romantis 
tapi sayang, walaupun bekal air masih ada, aku hanya bisa merenung karena baterai hp habis



**
tulisan ditulis agar dibaca
olehmu saudara-saudara, teman-teman, dan (para) calon istri
tentang perjalanan nebeng dan gratis

Seperti biasa, saya pulang kampung tahun ini naik kereta api Malabar, Bandung-Malang. Kebetulan bareng Arek Malang lainnya, angkatan 2013, ...

Seperti biasa, saya pulang kampung tahun ini naik kereta api Malabar, Bandung-Malang. Kebetulan bareng Arek Malang lainnya, angkatan 2013, tapi beda kursi. Kereta Malabar berangkat dari Bandung pukul 16.50. Perjalanan ini tidak terasa menyedihkan walau engkau tak duduk di sisiku kawan. Tapi biasa-biasa saja. Lagunya Om Ebiet G. Ade kurang cocok. 

Setibanya di Stasiun Blitar, kereta berhenti agak lama. Saya kira sedang menurunkan banyak barang kiriman, tapi bukan. Ketika itu jam tangan menunjukkan sekitar setengah 7 pagi. Kereta belum berangkat, bahkan ada kereta Gajayana (Jkt-Mlg) yang berhenti juga. Ternyata ada kabar Kereta Api Matarmaja (Jkt-Mlg) anjlok di daerah Wlingi, Kab. Blitar. Kereta tersebut beberapa km di depan kereta Malabar ini. Belum tahu parah atau tidak. Beberapa menit kemudian kereta Malabar berangkat lagi, tapi cuma sampai di stasiun Talun dan berhenti lagi. Di sini banyak penumpang yang turun dan pindah naik bus kota sampai Malang. Saya masih mencoba menunggu. Waktu itu sudah pukul setengah 9 pagi. Harusnya kereta Malabar sampai di Malang jam 9 pagi sedangkan perjalanan dari Blitar masih sekitar 1,5 jam lagi. Sampai akhirnya saya bertanya ke salah satu petugas, katanya masih lama kalo ada peristiwa seperti ini. Saya memutuskan pindah naik bus juga. 

Saya naik bus Bagong meninggalkan adik tingkat 2013 yang masih tetap menuggu di kereta. Beberapa km setelah saya naik, di daerah Wlingi, ada rombongan penumpang yang naik juga. Ternyata rombongan itu adalah para penumpang dari kereta Matarmaja yang anjlok tadi pagi. Dari dalam bus, terlihat kereta yang anjlok itu tertutupi sedikit pepohonan di rel di samping jalan raya. Saya tanya ke salah satu penumpang, katanya yang anjlok hanya gerbong utamanya saja, gerbong penumpang tidak apa-apa. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Katanya, tiba-tiba roda gerbong itu sudah keluar dari rel. 

Proses evakuasi gerbong yang keluar jalur itu memakan waktu yang cukup lama. Pihak terkait mendatangkan gerbong bantuan dari Malang untuk menanganinya. Peristiwa ini mengakibatkan keterlambatan kereta tiba di tujuan, termasuk kereta Malabar dan Gajayana di belakangnya. Menurut kabar dari penumpang Malabar, kereta baru sampai di Malang sekitar pukul 2 siang. 


Day 29, 6 Juli 2015 Mengawali minggu terakhir saya KP di PT. LEN, say memperbaiki software Peta Digital lagi. Saya berhasil membuat Pet...

Day 29, 6 Juli 2015
Mengawali minggu terakhir saya KP di PT. LEN, say memperbaiki software Peta Digital lagi. Saya berhasil membuat Peta digitalnya mempunyai batas, yaitu tepi-tepi gambar peta Bandung yang dipakai. Peta tidak bisa digeser atau di-zoom melebihi batas daerah Bandung. Setelah itu saya kalibrasi lagi agar konversi koordinat geografis menjadi pixelnya lebih akurat lagi. Terakhir, saya mengganti culture di program Peta Digital yang sebelumnya format Indonesia menjadi ”en-US”. Hal ini dilakukan untuk mengubah format titik dan koma pada sebuah bilangan desimal menjadi format Internasional.

Day 30, 7 Juli 2015
Kalau dihitung, hari ini tepat 30 hari kerja saya di LEN. Hari ini saya beralih ke hardware lagi. Pertama, saya mendesain casing modul tracking yang mau dibuat. Casingnya adalah box enclosure plastik hitam yang dibeli di Japlaz 10ribuan. Kemudian saya meminta tolong ke anak-anak SMK yang PKL(KP) di LEN juga untuk melubangi kotak hitam tersebut sesuai dengan yang saya desain. Selain box, ada yang saya minta tolong ke orang lain juga, yaitu pekerjaan solder-menyolder. Usul dari Pak Arkan, mending minta tolong saja ke ahlinya daripada lama dan bisa nyambi pekerjaan lain. Saya meminta tolong pekerjaan solder-menyolder ke karyawan yang memang tiap harinya diwarnai dengan solder-menyolder SMD. Sangat ahli memang, mereka sudah lihai dalam menyolder SMD apalagi menyolder biasa. Sambil menunggu bala bantuan selesai, saya mengupas-ngupas kabel-kabel yang diperlukan. "Sroot.. Sroot..". Bukan menangis, tidak sama seperti mengupas bawang, saya cuma pilek saat itu.
Setelah semua bala bantuan selesai, saya mulai merakit 1 modul tracking. Jadinya seperti ini.


Jeroannya

Ada casingnya


Hari ini saya Cuma menghasilkan 1 dari 2 modul yang harus dirakit karena masih ada 1 baterai yang belum datang dari toko online.


Day 31, 8 Juli 2015

Selasa malam kemarin baterai yang saya pesan sudah saya terima. Hari ini bisa merakit modul tracking ke-2. Bentuknya sama dengan modul pertama. Setelah itu selesai, saya dan Pak Arkan mencoba modul yang sudah punya casing ini. Bisa terhubung ke server, tapi belum bisa mendapatkan data GPS karena di dalam gedung. Besok baru dicoba keluar gedung dan ke jalan besar untuk pengujian skala besar. Setelah itu saya menyicil laporan. Di sela-sela itu, seperti biasa, kami ngobrol-ngobrol melapas penat. Satu poin penting pada obrolan kali ini adalah: kalau sudah nikah itu enak, sudah ada yang memperhatikan kita (sebagai pria). Dulu rambut acak-acakan, pakaian tidak matching, dan lain-lain, sekarang ada yang mengomentari serta merapikan itu semua, tidak lain adalah isteri. Begitu sharing dari Pak Arkan. Intinya begitu lah. Jadi pengen. Haha


Day 32, 9 Juli 2015

Tahukah hari ini hari apa? Kamis.. dong.. ah (fluxcup).
Lebih dari sekedar hari Kamis biasa. Hari ini adalah hari pengujian modul tracking skala lebih besar. Beberapa minggu yang lalu kami melakukan pengujian cenderung hanya di suatu tempat di sekitar gedung dan parkiran LEN. Hari ini, pengujian akan dilakukan di sepanjang jalan Soekarno-Hatta, (bukan kenangan), dan ke daerah Dayeuhkolot.

Briefing dilakukan sebelum pengujian. Ternyata ada satu yang kurang, yaitu operator di server, karena saya dan Pak Arkan akan menguji modul tracking ini dengan melakukan perjalanan agak jauh. Arbet yang agak nganggur langsung dimanfaatkan saat itu juga untuk menjadi orang yang melihat peta selama say dan Pak Arkan “jalan-jalan” membawa modul tracking. Pak Arkan membawa modul RP205, sedangkan saya RP206. Di program server, di peta digital, akan terlihat 2 marker yang bergerak. Pengujian 2 modul ini dimaksudkan untuk menguji kemampuan sistem dengan multiclient.

Sekitar jam setengah 10 saya dan Pak Arkan mulai bergerak meninggalkan LEN dengan sepeda motor. Saya pinjam motornya Arbet. Modul Tracking yang aktif saya masukkan di tas tapi antena GPSnya saya keluarkan. Sementara itu, Arbet standby di depan server melihat peta dan merekam layar PCnya. Sesekali saya, Pak Arkan, Arbet saling menghubungi untuk membandingkan posisi. Terlihat di peta server, saya menyusuri Dayeuhkolot sampai PT.Inti, bergerak lompat-lompat karena GPS tidak terupdate secara lancar. Pak Arkan yang menyusuri sepanjang Jl. Soekarno-Hatta terlihat lebih lancar. Bahkan banyak terjadi error yang terjadi, ditunjukkan dengan marker saya dan Pak Arkan yang “terlempar” jauh dari jalur yang dilalui. Sekitar jam 12 siang, saya tiba duluan di LEN setelah melalui kemacetan dan vs kendaraan besar. Pak Arkan baru tiba beberapa menit kemudian karena jarak yang ditempuh lebih jauh.

Di dalam tas

Setelah ishoma tanpa ma, kami melihat kembali rekaman layar server tadi. Kemudian kami analisis masalah-masalah yang terjadi. Error yang terjadi tadi merupakan kesalahan data posisi GPS dari setelit sendiri, bukan karena modul. Selain itu, lamanya waktu mendapatkan data GPS (update posisi) juga dipertimbangkan untuk tetap menggunakan GPS atau mencari sistem posisi yang lebih baik untuk tracking.


Day 33, 10 Juli 2015

Hari ini full sampai sore saya mengerjakan laporan. Laporan yang masih sedikit isinya. Di sini lah saya yakin akan selesai karena kepepet. Sementara itu Pak Arkan mulai beres-beres mejanya, memindahkan PCnya dan lain-lain. Bukan ikut keluar dari LEN karena ini hari terakhir saya KP, tapi beliau pindah proyek dan pindah meja kerja. Proyek Fleet Management System di-pause di sini dulu karena ada proyek lain yang lebih membutuhkan dan ada isu-isu politik yang menyangkut FMS ini. Sebenarnya isu-isunya tentang kendaraan yang akan diujicoba menjadi client FMS ini, bus listrik kalo ga salah.

Ya, hari ini hari terakhir saya KP di LEN. Dengan sekuat tenaga kepepet saya berusaha menyelesaikan laporan hari ini juga. Ternyata untuk hari ini, Pak Arkan hanya minta sourcecode dan video tutorial ekstraksi peta dari GoogleMaps ke .PNG. Videonya ini yang baru mulai dibuat. Laporannya nanti malam tak apa-apa. Di akhir jam kerja, videonya sudah selesai tapi laporannya belum. Kami sempat ngobrol dulu, menyampaikan pesan kesan, nasihat, saran, kritik, dan lain-lain sampai benar-benar berpamitan. Ada satu quotes yang sangat saya kagumi dari Pak Arkan.

“Daripada menangkap kupu-kupu dengan jaring, lebih baik membangun taman bunga yang mengundang banyak kupu-kupu”
Maskudnya yang saya tangkap, lebih baik memperbaiki diri sendiri dulu untuk memperoleh sesuatu yang kita inginkan. Iya kan ya? 

Oh iya, sebenarnya saya mengajkan KP di LEN sampai tanggal 25 Juli. Tapi karena terpotong libur hari raya dan kalau masuk setelahnya cuma 3 hari dan itu tidak efektif, kami menyepakati hanya sampai tanggal 10 Juli ini. Laporan baru selesai malam harinya dan baru dikirim keesokan paginya, begitulah, kepepetnya pas jam segitu. Saya mendapat uang makan, sertifikat, penilaian, serta banyak pengalaman yang sangat berharga.

Terima kasih LEN, terima kasih Pak Arkan.

Day 24, Senin 29 Juni 2015 Peta digital belum selesai fitur tambahannya, Pak Arkan menambah pekerjaan lain agar tidak bosan berputar-pu...

Day 24, Senin 29 Juni 2015
Peta digital belum selesai fitur tambahannya, Pak Arkan menambah pekerjaan lain agar tidak bosan berputar-putar di peta digital, yaitu menambah fitur client menerima pesan dari server yang ditampilkan di LCD. Tapi saya mengerjakan peta digital dulu. Saya mencoba mengatur transparansi marker yang tumpang tindih dari jumat lalu.
Setelah dhuhur, peta digital belum bisa seperti yang diinginkan. Saya mencoba beralih ke client, modul tracking lagi. Idenya sudah ada, yaitu membuat timer interrupt memeriksa apakah ada kiriman data dari server. Tapi dalam pembuatannya cukup susah juga. Mungkin hari ini saya kebetulan sedang agak malas, mungkin sudah bosan duduk di sini terus. Program ini pun belum berhasil. Tidak ada hasil hari ini.

Day 25, Selasa 30 Juni 2015
Sementara bulan Juni sudah akan berakhir, saya masih berkutat dengan marker peta digital seperti kemarin. Tidak ada hubungannya memang.  Hari ini juga tambahan anggaran yang diajukan Pak Arkan kemarin langsung direview sama Pak Bos. Rencana awal kami menggunakan casing dari kardus bekas diganti mencadi enclosure box plastik yang lebih baik. Kardus bekas itu ide saya sih. Di sini terlihat perbedaan antara produk yang dihasilkan perusahaan dengan produk yang dihasilkan mahasiswa.
Berikutnya, saya melanjutkan menambahkan tooltip pada tiap marker yang ditambahkan, dan berhasil tapi butuh waktu utk update. Beberapa saat kemudian tiba-tiba ada yang lewat di otak saya. Saya mengakali transparansi yang tak kunjung berhasil itu dengan bringtoFront marker yang posisinya lebih di bawah. Yeah. Setelah itu berhasil, saya melanjutkan mencari baterai di toko online dan web-web hobi-hobi mainan.


   
Bandung DigiMap by dfsyahbana

Day 26, Rabu 1 Juli 2015
Hari ini saya sudah menemukan baterai yang cocok di toko online dan stoknya ada. Saat itu juga langsung saya pesan 2 buah. Kemudian Pak Arkan menjelaskan kepada saya bentuk laporan yang beliau minta, tidak terlalu formal, cukup semacam summary Peta Digital dan Modul Tracking.
Hari ini saya mencoba lagi membuat modul tracking dapat menerima string data dari server. Sebenarnya ini sudah masuk ke scheduling, Pak Arkan tidak terlalu memprioritaskannya. Jaringan Indosat sempat bermasalah, internet di HP saya pun begitu.    

Day 27, 2 Juli 2015
Inilah hari di mana saya dan Pak Arkan keluar kantor. Setelah beberapa barang dipesan, kami menuju Jaya Plaza untuk mengambilnya. Sesaat sebelum berangkat, saya sempat membuka e-mail, ternyata stok baterai yang kemarin dipesan tinggal 1. Dengan sigap saya cari yang lain. Karena sudah ada cadangan, dengan cepat saya dapat yang lain. Katanya stoknya ada 2. Pas.
Kami berangkat ke Jaya Plaza naik motor. Pak Arkan yang mengemudikan dan saya dibonceng memangku CPU Server yang akan diupgrade. Di saku, Saya membawa breadboard dan GSM/GPS Shield yang nanti akan dicarikan kotak casingnya. Selama di perjalanan saya menghubungi toko hobi RC lewat WA langsung memesan baterai.
Sesampainya di Jaya Plaza, ternyata tokonya belum buka, Central Electronics maupun tempat upgrade PC. Mungkin karena kami terlalu pagi. Kami menunggu sejenak duduk di teras Mushala sambil ngobrol-ngobrol. Kami membicarakan sistem korporasi di LEN vs perusahaan yang memakai Key Index Performance. Cukup menarik, bisa dijadikan gambaran nanti kalau saya mau cari kerja. Pak Arkan juga memberi tahu kalau ada pihak ketiga yang mengerjakan proyek bersama LEN, yaitu kebanyakan perusahaannya dosen ITB.
Setelah beberapa saat membicarakan banyak hal, kami menuju toko yang kami tunggu bukanya. Masih satu toko yang buka, upgrade PC server. Pak Arkan yang menunggu di sana, saya menuju toko yang lain mengambil pesanan barang, tapi menunggu tokonya buka dulu. Saya mencari kotak casing juga. Tiba-tiba bapak penjual baterai memberi tahu, stok baterainya tinggal 1. Yasudahlah, 1 yang lain terpaksa beli di toko online. Kami mengambil baterai di Piset Mall di Jl. Peta. Mall yang cukup sepi. Setelah semua beres, kami menuju ke tempat pangiriman barang untuk mengambil pesanan Pak Arkan untuk servernya. Sangat jauh dari Jaya Plaza.
Kami tiba kembali di LEN sekitar setengah satu siang. Setelah ishoma, kami memeriksa kembali barang-barang yang tadi didapat. Hasilnya, ada barang yang salah. GSM/GPS Shield yang tadi di saku jaket saya sedikit bermasalah, salah satu kapasitornya lepas dan kakinya patah. Mungkin karena sedikit terjepit CPU yang saya pangku.  

Day 28, 3 Juli 2015
Karena ada peristiwa di hari sebelumnya, saya ke Jaya Plaza lagi menukarkan komponen yang salah. Saya diizinkan datang terlambat untuk menukarkan komponen dan membeli kapasitor baru. Saya baru datang di LEN jam setengah 12 kurang sedikit.
Setelah Jumatan, saya mencoba-coba memakai charger baterai Li-Po yang perlu beberapa pengaturan. Mungkin sudah banyak teman-teman yang pernah memakai charger Imax B6 atau sejenisnya, tapi saya baru pertama kali ini. Pagi tadi ternyata internet LEN sedang mengalami gangguan. Ketika kami mencoba lagi, client modul tracking tidak bisa terhubung ke server. Sampai jam pulang kantor pun masih belum bisa. Padahal minggu depan akan dilakukan pengujian dengan skala yang lebih besar.