Sepeda merupakan salah satu alat transportasi yang murah dan mudah dikendarai tanpa harus mengkreditnya terlebih dahulu. Tapi faktan...




Sepeda merupakan salah satu alat transportasi yang murah dan mudah dikendarai tanpa harus mengkreditnya terlebih dahulu. Tapi faktanya, tidak sedikit dari kita malah sudah jarang menggunakan atau tidak memiliki sepeda satupun. Bersepeda tenyata merupakan salah satu olahraga yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh seseorang. Lalu, apa saja manfaat dahsyat bersepeda bagi kesehatan tubuh tersebut?


Seiring berkembangnya zaman, maka kita lebih memilih model transportasi yang lebih cepat untuk menunju ke suatu tempat tujuan. Faktanya, dari hari kehari, sepeda motor laksana semut berbaris di sepanjang jalan raya yang kita lewati, belum lagi deretan mobil yang laksana anakonda. Hanya saat car free day ( hari tanpa sepeda motor dan mobil) kita bisa melihat sepeda mulai di gunakan. Untuk lebih memahami berbagai manfaat bersepeda bagi kesehatan, berikut ini 7 manfaat dahsyat bersepeda bagi kesehatan tubuh anda :


1. Memperkuat Dan Menjaga Kesehatan Jantung Anda. 
Dalam sebuah studi, bersepeda dengan intensitas sedang selama 3 (tiga) kali seminggu dalam waktu 30 menit selama satu tahun mampu menurunkan tekanan dan juga menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.


2. Efektif Sebagai Pembakar Kalori Tubuh. 
Memiliki tubuh yang proporsional tentu impian semua orang. Maka dari itulah, bersepeda rutin sangat efektif untuk membakar kalori dan lemak dalam tubuh seseorang.


3. Memperkuat Dan Memperkokoh Tulang Anda. 
Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang mengandalkan kekuatan kaki dan tangan pemiliknya. Dengan rutin bersepeda setiap hari, maka secara otomatis daerah paha, betis, lengan serta pergelangan tangan menjadi semakin kuat.


4. Pendongkrak Energi Dalam Tubuh. 
Faktanya, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh the journal Psychotherapy and Psychosomatics, bersepeda dapat meningkatkan energi tubuh sebesar 20 % (persen) serta menurunkan tingkat kelelahan tubuh secara significan (60 persen). Ini dikarenakan, bersepeda akan merangsang otak untuk melepaskan dopamin neurotransmitter yang berkaitan dengan energi dalam tubuh.


5. Menyehatkan Persendian Anda. 
Dibanding olahraga seperti berjalan kaki maupun berlari, bersepeda akan sedikit sekali mengurangi tekanan pada persendian kaki anda. Dan pastinya mengurangi rasa nyeri sehabis melakukan olahraga bersepeda.


6. Meningkatkan Kekuatan Otot Anda. 
Dengan rutin bersepeda setiap hari, maka secara otomatis semua otot pada tulang ikut bergerak dan aktif. Sehingga lambat laun kekuatan semua otot pada tubuh akan meningkat secara drastis.


7. Memperkuat Sistem Imun Tubuh. 
Dengan rutin bersepeda, maka daya tahan tubuhpun akan lebih terjaga. Sehingga aktivitas dan pekerjaan berjalan lebih lancar, karena tubuh tidak mudah sakit dan terserang penyakit.

source: intips-kesehatan.blogspot.com

... Let’s Go Bersatu dengan angin Larilah mimpi-mimpiku Ku tak akan pernah menyerah Winning Run Rasakan deru angin Larilah sampai tujuan ...

...
Let’s Go
Bersatu dengan angin
Larilah mimpi-mimpiku
Ku tak akan pernah menyerah
Winning Run
Rasakan deru angin
Larilah sampai tujuan
Mari genggam kemenangan
Di tangan ini


Masih teringat dan akan terkenang terus mainan anak-anak tahun 2000an ini. Magnum yang sangat hebat di lintasan lurus, terbang dengan Magnum Tornado, kestabilan Sonic di segala lintasan, Spin Axe/Cobra/Viper yang ahli menikung dengan zig-zag, dan kekuatan material bodi Neo Tridagger ZMC, serta Proto Saber Evolution yang tidak lagi menjadi mobil penghancur. Atau lebih suka mobil penghancur macam Beak Spider, Ray Stinger, dan mobil berat Broken-G dengan motor di depan? Tidak lupa juga mini 4WD tokoh pendukung seperti Black Saber, Saber600, Jiromaru Special,  dan lain-lain.



Awalnya, ada keinginan menonton kembali anime Let's & Go dari episode 1 dan tertarik mengutak-atik mini 4WD lagi dengan mikrokontroler, serta kebetulan membaca bab "Tamiya" di novel Lupus karya Hilman edisi spesial Lulu. Mobil Tamiya ini masih cukup menarik. Mobil 4 WD sering disebut tamiya karena tamiya adalah salah satu merk mobil mini 4WD yang paling unggul. Seperti kita saat beli Aqua tapi malah dikasi Club. Banyak merk mini 4WD lain seperti Auldey, Chobao, AA, dll. Dulu, saat masih di bangku SD, aku hanya bisa sekedar merakitnya dan tahu prinsip sederhana cara kerjanya. Ternyata memang sederhana.

koreksi jika saya salah

Motor
Motor atau yang biasa disebut dinamo di sini adalah sebagai pengubah energi listrik menjadi energi gerak. Di dalam motor terdapat magnet dan kumparan. Arus listrik dari baterai mengalir melalui plat tembaga ke motor yang menyambung ke kumparan. Adanya arus listrik di kumparan di daerah bermedan magnet menimbulkan gaya Lorentz.  Desain bagian dalam motor dan Gaya Lorentz menimbulkan putaran pada kumparan. Masih ingat pelajaran fisika SMA lah yaa. Nah, inilah yang memutar roda, melalui gir-gir yang menghubungkannya. Kekuatan motor tergantung jumlah lilitannya, magnetnya, dan di luar itu harus ada baterai yang berkualitas juga.
tamiya-uk.com
 
miniature-art.tripod.com


Gir
rocousa.com

Kata Retsu, perbandingan gir ini cukup penting dalam menentukan kecepatan mobil. Di kartunnya gitu sih. Gir merupakan jalur transmisi putaran dari dinamo ke roda. Perbandingan gir yang dimaksud adalah perbandingan keliling antara gir di motor dengan gir yang ada di as roda. Ada juga susunan 3 gir yang disebut gir seri. Perbandingan 2 gir dan 3 gir itu memang tujuannya untuk mengatur kecepatan. Misal, perbandingan gir as roda dan gir motor adalah 5:1, artinya butuh 5 putaran motor untuk sekali putaran roda. Perbandingan yang tinggi menambah percepatan mobil, sedangkan semakin rendah perbandingan gir menambah kecepatan maksimal (top speed). Perbandingan roda gigi yang besar yang menambah percepatan pernah dipakai Tridagger X di episode 4. Tapi juga harus diperhatikan angka perbandingan yang tepat agar motor tidak bekerja terlalu keras karena jika motor bekerja lebih keras akan lebih membutuhkan daya baterai yang lebih dan baterai lebih cepat habis.
Satu lagi gir yang tidak kalah penting, yaitu gir yang menghubungkan roda belakang dan depan. Entah apa namanya, bentuknya batangan as roda dengan 2 gir di ujungnya. Gir ini penting karena merupakan inti dari nama 4WD itu sendiri. Dengan gir ini, 2 roda depan dan 2 roda belakang dapat berputar bersamaan. Itulah kenapa dinamakan 4 Wheel Drive (4WD).     

Roda
Permukaan lintasan perlu diperhatikan untuk pemakaian jenis roda. Pada lintasan aspal, roda yang dipakai harus berbeda dengan roda pada lintasan bersalju agar mobil tetap berjalan dengan aman. Penggunaan roda yang berbeda pada lintasan berbeda dilakukan oleh para peserta Super Great Japan Cup di kartun Let's and Go. Dalam kompetisi itu, Black Saber lebih unggul melaju di lintasan salju karena menggunakan roda dengan permukaan khusus.

Let's & Go episode 50












Chassis, Roller, Body
Chassis atau bodi bawah adalah tempat komponen-komponen diletakkan. Chassis sudah dibuat dengan bentuk tertentu untuk tempat dipasangnya motor, baterai, saklar, lubang as roda, sampai tempat roller.
Mobil mini 4WD sebenarnya hanya bisa melaju dengan lurus. Roller ini lah yang berfungsi untuk membelokkan mobil. Saat di tikungan, roller menyentuh dinding lintasan dan berputar sehingga mobil tetap melaju menyusuri dinding luar lintasan.

Tikungan. Hati-hati ditikung
Episode 1
Sedangkan body adalah fashionnya tamiya. Biasanya kerennya tamiya dilihat dari bodynya yang berbentuk macam-macam.  Padahal dalam kartun Let's & Go, bodi tidak sekedar sebagai kerennya mobil. Di awal cerita, mobil Saber merupakan mobil paling berkualitas karena desain bodinya yang memanfaatkan angin (aerodinamis) sehingga sejak dipasarkan, banyak yang memakai Saber. Mobil Magnum Saber dan Sonic Saber kelihatannya sama. Tapi setelah mengerti kartun ini, ada perbedaan pada modifikasi Magnum dan Sonic dari Retsu dan Go bersaudara. Sayap belakang Magnum Saber didatarkan oleh Go, sehingga mobil Magnum dapat melaju lebih cepat saat di lintasan lurus. Semantara mobil Retsu mengatur sayap belakang Sonic lebih tegak supaya aliran udara dari depan memberi daya tekan ke bawah sehingga keseimbangan lebih terjaga saat menikung walaupun tidak bisa sangat kencang saat lintasan lurus.

Setting Sayap Belakang Sonic. Episode 1
Cara berbelok yang lain ditunjukkan oleh mobil Spin Axe. Tidak seperti Sonic dan mobil-mobil lainnya, mini 4WD milik Tokichi ini berbelok dengan memantul dinding lintasan. Mobil ini dapat melaju seperti itu karena adanya bearing khusus pada rollernya. Dengan memantul, Spin Axe melaju di tikungan dengan jarak yang lebih pendek.


Perbedan Sonic Saber & Spin Axe
Episode 7

Banyak Cara untuk Menikung. Menikung Siapa?
Episode 6

Masih banyak pembahasan lain tentang serunya bermain tamiya, jenis mobil-mobil lain, dan teori-teori lainnya untuk mengatur keefektifan mobil melaju bersama deru angin berlari sampai tujuan.

koreksi jika saya salah



Bandung memang kota dengan walikota yang keren. Salah satu hasil kerjanya yang terlihat adalah taman-taman di kota Bandung yang berub...


Bandung memang kota dengan walikota yang keren. Salah satu hasil kerjanya yang terlihat adalah taman-taman di kota Bandung yang berubah menjadi apik, terawat, unik, dan bertema. Ada di antaranya yang baru dan hasil revitalisasi taman yang lama. Hari ini (31 Desember 2014) aku bersepeda keliling kota Bandung menikmati beberapa taman itu. 

1. Taman Jomblo
Sebenarnya namanya Taman Pasupati. Disebut Taman Joblo karena di sana tempat duduk yang ada hanya untuk 1 orang saja. Taman ini terletak di bawah jalan layang pasupati di perempatan Baltos.


2. Taman Film
Taman tidak jauh dari taman jomblo. Juga di bawah jalan layang pasupati tapi sedikit ke barat. Di sini tempat nobar Persib juara ISL kemarin. Film yang diputar di sana adalah film-film pendek karya anak Bandung. Penonton dimanjakan dengan rumput sintetis yang empuk. Dilarang merokok di sana, dan jagalah kebersihan.

3. Taman Lansia

Mungkin taman ini dikhususkan untuk para lansia. Tapi itu hanya namanya saja. Di sana banyak juga pengunjung yang masih muda. Ada yang pacaran, ada keluarga yang piknik, ada bule yang main hp, dan ada seseorang yang sendirian datang ke sana dengan sepeda. Terletak di Jalan Cilaki, dekat Gedung Sate.
Acara untuk para lansia (?)

Ada tanaman untuk menghias taman
Kolam retensi untuk banjir.
Diresmikan oleh Walikota beberapa menit setelah aku pergi dari sana
Di Google banyak fotonya yang sudah bagus. Haha
Park Rangers mengepel taman















































4. Taman Kandaga Puspa
Bersebrangan dengan Taman Lansia, di taman ini banyak tanaman yang lebih menarik. 

Piknik Keluarga Besar

Ada anak-anak yang main gadget. Gadget di mana-mana
































Katanya di depan taman ini adalah tempat naik bus Bandros yang keliling Bandung itu. Tapi tadi lupa tentang itu. Jadi ya tak sempat aku melihat dan menaiki bus itu.

5. Taman Musik

Taman ini letaknya di depan SMAN 5 Bandung. Ada satu panggung yang mungkin dipakai pertunjukan yang bisa ditonton dari tribun penonton yang melingkarinya. Ada juga satu lapangan basket sekaligus futsal.

6. Taman Lalu lintas
Ini bukan sekedar taman. Taman yang ini lain daripada yang lain. Perbedaannya dari taman lainnya adalah ada tiket masuknya, 6000 rupiah. Hiks. Ternyata taman ini adalah taman bermain untuk anak-anak. Ada prosotan, ayunan, patung binatang, trampolin, kereta mini, kolam renang, dan lain-lain. Khusus untuk anak kecil. Orang-orang dewasa atau orang tuanya bisa piknik di sini sambil mengawasi anaknya bermain. Sesuai namanya, di taman ini juga ada rambu-rambu lalu lintas untuk belajar anak-anak.





7.  Taman Maluku
Di taman inilah terdapat patung pastor yang katanya horror itu. Persisnya di Jalan Ambon. Sepi, siang tadi tidak ada orang di taman ini dilihat dari jalanan luar. Aku tidak masuk ke taman ini. Bukannya takut, tapi lebih tepatnya karena tidak menemukan pintu masuk ke taman ini. Haha.

8. Taman Pramuka
Terletak di Jalan Riau, sepertinya taman ini merupakan tujuan para pramuka beraktivitas. Bagus juga monumen tunas kelapanya.
Semaphore



9. Taman Masjid Raya Bandung

Baru selesai Desember 2014 ini, baru saja diresmikan oleh pak Walikota hari ini, tanggal 31. Sebelumnya sudah ramai pengunjung, walaupun pohon-pohon dan tanaman lain belum tumbuh dan masih banyak tukang bangunan yang sedang finishing. Rumputnya sintetis, jadi harus lepas alas kaki. Piknik, bermain, lari-larian, dan sekedar leyeh-leyeh dapat dilakukan di rumput sintetisnya. Ini ada videonya dari udara:
  

10. Taman Ganesha
Taman ini masih sepi sejak renovasinya beberapa bulan lalu. Tuh, di fotonya sudah bagus. Mungkin karena belum dipublikasikan secara luas dan belum diresmikan. 
Taman ini terletak di Jl. Ganesha depan kampus tercinta, ITB. Dulu, sebelum direnovasi, sempat akan dijadikan obyek proyek angkatan Elektroteknik 2012. Tapi ternyata sudah ada guyuran uang untuk memperbaiki taman ini. Pasti nanti akan banyak mahasiswa ITB yang ke sana. (Ya iya lah tinggal nyebrang)

11. Tamansari

Tamansari bukanlah taman, tapi nama jalan, hahaha. Inilah jalur lingkar luar ITB bagian barat. Pasi macet di sini pas jalan Dago ditutup Car Free Day atau pas ada perayaan tahun baru seperti sekarang. Katanya ada kuntilanak yang terkenal di jalan ini. 


Terima kasih kepada Bapak Walikota Bandung yang telah memberi ruang terbuka bagi masyarakat untuk beraktivitas dan bumi untuk bernafas. Semoga bermanfaat!



Berawal dari rencana bersepeda selanjutnya setelah dari tebing keraton , yaitu ke Tangkuban Parahu.  Bertepatan juga dengan waktu libu...





Berawal dari rencana bersepeda selanjutnya setelah dari tebing keraton, yaitu ke Tangkuban Parahu. Bertepatan juga dengan waktu liburan semester ganjil saat tidak pulang kampung karena mahalnya tiket dan cuma beberapa hari di sana. Sementara teman-teman lain pulang kampung dan menikmai waktu bersama keluarga, aku  mencoba menaklukkan perjalanan ke Tangkuban Parahu dengan sepeda merahku. Sendirian.

Minggu, 28 Desember 2014
Berangkat dari Cisitu Lama no. 33 setelah subuh sekitar jam 5 saat hari belum membuka matanya. Beberapa menit sepeda melincur, tak ada hambatan yang berarti selain jalan yang mulai menanjak di Jl. Setiabudi. Gir sepeda sering diganti-ganti untuk meringankan kayuhan. Di depan kampus UPI, karena terlalu sering oper-oper gir dan memang umur sepeda sudah tak semuda pemiliknya, rantainya putus. Sebenarnya tak tau kapan jadiannya. Abaikan. Untungnya tools servis sepeda tidak ketinggalan di kosan. Setengah jam berlalu, dengan skill amatir seseorang yang bersepeda sejak smp akhirnya rantai itu dapat disatukan menjadi hubungan yang kuat seperti sedia kala. 

Dengan tangan yang masih berlumuran oli setelah dibersihkan semaksimal mungkin tanpa air dan lap atau sejenisnya, perjalanan dilanjutkan menuju terminal Ledeng, lalu ke arah Lembang lewat Jl. Sersan Bajuri. Melewati Kampung Gajah, Pasar Bunga di pinggir jalan, dan lain-lain. Sebenarnya coba-coba sih lewat sana karena belum pernah ke Lembang lewat situ. Ternyata keputusan yang salah, malah makin panjang jalurnya, dan naik. Tak ada cara lain selain menuntun sepeda saat kaki mulai lelah mengayuh. Disempatkan istirahat juga.


Sesampainya di jalanan Lembang, ya itu-itu saja Lembang kalau tidak ke tempat wisatanya, aku langsung lanjut ke Jl. Tangkuban Perahu. Sepanjang jalan yang menanjak itu sepertinya nama jalannya tetap Jl. Tangkuban Perahu tapi tak kunjung terlihat gerbang tempat wisatanya. Sempat sekian meter ada turunan yang malah jadi masalah saat pulang nanti, lalu naik lagi, nuntun lagi, dan menyempatkan diri istirahat. Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan, sayang engkau tak duduk di sampingku, kawan. Eh, tidak. Lagu itu tidak cocok. Walaupun perjalanan terus menanjak, inilah tantangannya. Setelah itu kita akan mendapatkan kenikmatan berupa turunan. Oke, itu nanti. Aku belum sampai di Tangkuban Perahu.

Perjalanan selanjutnya yaitu lewat daerah Cikole. Tempat wisata outbond dengan hutan pinus ini adalah jalur yang cukup melelahkan. Beberapa meter jalan kelihatannya datar, tapi kalau dirasakan sendiri cukup berat kaki ini mengayuh sepeda, entah karena mungkin sudah lelah atau yang lain. Apalagi ditambah gerimis manja yang saat itu menerjang daerah Cikole. Aku tetap melanjutkan perjalanan. 



Setelah mengayuh sekuat tenaga di jalan raya dengan hutan pinus itu, sempat nuntun juga, akhirnya sampai juga di gerbang  tempat wisata Tangkuban Parahu. Tapi ternyata ramai pengunjung. Hari Minggu. Jadi males masuk. Eh sebenarnya bukan karena itu tapi karena tiket masuknya yang mahal. Haha. Di liburan ini aku mencari liburan yang murah, dan seminimal mungkin tidak mengeluarkan uang. Itulah sepedaan, cukup dengan sarapan seperti biasa, membawa air minum secukupnya, dan mungkin tambahan roti untuk di perjalanan. 


Tujuan berbelok arah. Di dekat sana ada kebun teh yang cukup bagus. Aku hanya pernah melewatinya, melihatnya dari jalanan. Hari itu juga pertama kalinya memijakkan kaki dan memutar ban sepedaku di kebun teh. Perjalanan ini sekitar 30 km. Naiknya berapa meter entahlah. Haha. Seru!

Saat itu aku sendirian. Orang-orang belum ke sana mungkin karena masih gerimis saat itu. Foto itu adaalah foto selfie jarak jauh. Sadel sepeda lah sebagai tripodnya yang diletakkan di sela-sela tanaman teh.





Menyendiri untuk mempersiapkan saat sudah berpasangan nanti. 
Belajar untuk memimpin diri sendiri sebelum memimpin sebuah keluarga nanti,
sebelum memimpin sebuah perusahaan nanti,
sebelum memimpin negeri ini.

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi Dibalik awan hitam Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini, Menanti.. Seperti pelangi setia me...

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegiDibalik awan hitamSmoga ada yang menerangi sisi gelap ini,Menanti..Seperti pelangi setia menunggu hujan reda
Aku selalu suka sehabis hujan dibulan desember,Di bulan desember
Sampai nanti ketika hujan tak lagiMeneteskan duka meretas lukaSampai hujan memulihkan luka
Efek Rumah Kaca - Desember  

Ketika musim hujan tiba, seringkali kita mengeluh saat hujan turun. Bahkan ada yang sejak tetesan pertama air dari langit ke permukaan bumi. Sepulang sekolah, televisi di rumah sudah menunggu untuk ditonton tetapi kadang hujan turun cukup deras membuat seorang siswa SMA harus menunggu sampai reda karena tidak ada payung dan jas hujan. Sepulang dari kantor, seorang ayah kadang rela menerobos hujan deras dan banjir dengan motornya untuk segera bermain dengan anaknya dan melepas lelah di rumah. Mungkin juga banyak di antara kita yang pernah terlambat datang sebuah pertemuan karena hujan.


“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS. Qaaf [50] : 9).
Dalam kenyataannya, hujan tak seburuk itu. Dalam QS. Qaaf 50:9 disebutkan bahwa air yang turun dari langit diturunkan dengan penuh keberkahan. Pepohonan dan tanaman-tanaman dapat tumbuh karena air itu. Pohon-pohon tumbuh besar menjadi rindang dan berfotosintesis menyerap karbondioksida menjadi oksigen. Beras, sayuran, dan buah-buahan yang akan kita makan dengan mudahnya tumbuh dan meringankan pekerjaan petani. Anak-anak pun banyak yang senang saat hujan turun. Kejar-kejaran, sepak bola, bersepeda, dan lain-lain mungkin pernah kita lakukan saat kecil dulu di bawah guyuran hujan. Tapi memang bahaya sih kalau pas hujan badai ditemani kilat bak jepretan kamera dan guntur menggebu-gebu. 
“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum, (40):48)
Proses turunnya hujan ternyata mempunyai rahasia. Selain proses di QS Ar-Rum 40:48 dan proses yang sudah pernah kita pelajari di sekolah, hujan mempunyai kemampuan membersihkan udara sekitar. Air turun dari langit dengan sekian kecepatan menyebabkan partikel-partikel sekitarnya menjadi bermuatan atau menjadi ion. Lalu kotoran-kotoran di udara banyak yang menempel di ion itu karena beda jenis muatan. Kotoran-kotoran yg bergabung dengan ion akan menjadi berat lalu jatuh ke tanah kemudian udara di sekitar hujan menjadi bersih dan segaaar. 

Fakta selanjutnya yang paling misterius dan mengejutkan ilmuwan adalah bahwa hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia meresonansikan ingatan masa lalu. Tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuwan hanya bisa menyimpulkan, "di dalam hujan ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu". Dan pada titik ini, para ilmuwan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi. Katanya karena aroma "petrichor"nya. (sumber)


Mungkin siswa yang tadi ketika menunggu hujan reda dia bertemu temannya yang membawa mobil lalu diantar pulang, mungkin dia bertemu guru yang sama-sama menunggu lalu ditraktir makan, atau mungkin dia bertemu dengan seseorang yang dikaguminya sama-sama menunggu di bawah rintik hujan yang mendayu-dayu. haha. Dengan turunnya hujan bisa membuat seorang ayah lebih berhati-hati dan lebih sabar untuk menghadapi perjalanan. Tapi ingat, banjir itu ulah manusia yang kurang menata kotanya. Jaman dulu pasti juga hujan besar kok tapi tidak ada mega-banjir seperti sekarang. Selanjutnya, hujan bisa membuat kita pandai-pandai mengatur waktu lagi agar tidak terlambat. Di kalangan remaja masa kini, hujan juga dapat diartikan sebagai hal yang romantis dan atau saat yang tepat untuk galau. Mungkin ilmuwan yang disebutkan di atas menurut salah satu sumber itu adalah ilmuwan penyair, pembuat lagu, atau para orang galau yang mudah mendapatkan inspirasi saat hujan. Haha

Lalu apa hubungannya hujan dengan sore? Sebenarnya saat sore tidak selalu hujan sih. Tapi saat sore adalah waktu tersering turunnya hujan di sepanjang hidup saya di Malang dan di Bandung. Itu.

Perjalanan  Minggu (9/11/14) pagi, aku, sepeda balap merah, dinaiki oleh pemilikku menuju tebing keraton, salah satu destinasinya da...



Perjalanan 

Minggu (9/11/14) pagi, aku, sepeda balap merah, dinaiki oleh pemilikku menuju tebing keraton, salah satu destinasinya dari dulu. Start dari Dago bersama 2 temannya, pedalku terus dikayuhnya dari Dago terus ke atas. Dari terminal dago masih ke atas lagi sampai Tahura (Taman Hutan Raya) Ir.H. Juanda, lalu ke atas lagi ke arah Warung Bandrek, ke atas lagi dan akhirnya sampai di tebing keraton. Di beberapa pinggir jalan ada petunjuknya kok. 

Tak sesederhana itu. Tebing keraton itu berada di 1200 mdpl sedangkan dago sekitar 1000an mdpl. Jarak dari kampus ke Tahura sekitar 3 km, dari Tahura ke tujuan utama adalah 5 km. Perjalanan ke Tahura cukup lancar tak ada halangan berarti selain tanjakan, lalu di Tahura istirahat dulu. Setelah itu beda, menanjak, berliku, sebagian besar batu-batu atau aspal yang cukup hancur, walaupun beberapa meter jalan ada yang sudah bagus. Entah kenapa si Dwiky (pemilik) itu terus memaksaku yang berupa roadbike tua ini. Tahu kan, roda roadbike sepertiku ini kecil dan halus. Cocoknya di aspal biasa. Gigi depan juga cuma 2, sedangkan mountain bike punya 3, bisa lebih enteng. Tapi dia cukup perhatian juga, beberapa kali dia tidak menaikiku saat melewati jalanan yang tidak halus sama sekali. Entah karena dia tak kuat tanjakan atau memang kasihan ban halus ini. 

 
Inilah jalannya, ati-ati kalo mau ke sini
Setelah sekitar 2 jam perjalanan penuh rintangan, pukul 8 kami sampai di tujuan utama. Tiket masuknya 11.000 rupiah untuk 1 orang dan gratis untuk semua sepeda, parkirnya. Aku tidak bisa ikut masuk karena jalan dari pintu masuk menuju tebing hanya jalan setapak seperti jalanan hutan yang maksimal cuma bisa dilewati 2 orang. Aku dan teman sepedaku hanya bisa menunggu di parkiran dan terikat oleh gembok. 

Pemandangan Pohon-pohon Tahura

Di tebing itu, si Dwiky dan temannya foto-foto tanpaku. Kalo dari foto sih seperti itu. Tapi kata Tama, teman Dwiky, hasil di kamera tidak cukup melukiskan apa yang dilihat mata sesungguhnya. Sungguh Maha Suci Tuhan semesta alam yang menciptakan mata manusia. Tebing keraton bukan tebing yang luas. Tapi jika berdiri di tebing ini kita dapat melihat kurang lebih 180 derajat pemandangan yang sangat memanjakan mata. Pepohonan di bawah situ adalah Taman Hutan Raya. Cukup bahaya sih, soalnya pagarnya cuma bambu. 



Bawahnya tebing
Akhirnya ada fotoku, roadbike merah
 Pulangnya, tetap tersiksa. Biasanya aku dibawa Dwiky naik memang sering dituntun, turunnya dinaiki dan langsung meluncur. Kali ini beda. Karena jalanan batu tak sedikit, turun pun juga dituntun. 











Kehidupan

Mungkin perjalanan kali ini bisa kita jadikan analogi kehidupan. Kehidupan yang sangat berat. Ada orang yang hanya menghadapi tanjakan saja dalam hidupnya, ada yang melewati batu saja, atau ada yang hanya berliku-liku. Nah, kalau ini adalah gabungan ketiganya. Naik, tidak mulus, belok-belok, bahkan saat ada keringanan berupa turunan pun masih harus menghadapi batu-batuan. Dalam kehidupan ini kita juga harus punya senjata yang tepat dalam menghadapi beragam permasalahan. Tidak sepertiku yang pakai roda halus di jalanan batu.